MENUJU INDONESIA EMAS 2045
RESOLUSI DESA BERKARAKTER 2020
LAUNCHING 7 PLATFORM 5 PILAR DESA EMAS

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, saat ini kita memperoleh anugerah nikmat sehat pada masa pandemi covid-19 ini untuk mensyukuri nikmat 75 tahun kemerdekaan Indonesia dan menjadi pelaku dan saksi sejarah dimulainya tekad Gerakan Desa EMAS untuk mulai dari Desa membangun Indonesia”, dan ini hanya bisa bila warga desa memiliki karakter atau akhlak mulia. sebagaimana yang di teladankan oleh para founding fathers Indonesia yang meneladani Akhlak Mulia para Nabi, khususnya Nabi Muhammada SAW. Nabi mengatakan bahwa sesungguhnya wabah itu rahmat bagi orang yang beriman.
Jadi pandemi ini sesungguhnya adalah berkah bagi kita semua yang beriman, yang percaya bahwa apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita semua adalah kebaikan bagi kita semua. Covid mengingatkan dan mendidik kepada kita semua untuk peduli kesehatan kita dan juga keluarga kita disiplin mengikuti protokol kesehatan, peduli kepada nasib sesama sehingga sedekah dikala pandemi ini juga meningkat pesat, covid mengajarkan kita untuk melek digital, dan untuk itulah hari ini tepat 17 Agustus 2020, 75 tahun kemerdekaan, Gerakan Desa EMAS launching 7 platform digital yang berbasis 5 pilar desa EMAS dalam mewujudkan Indonesia EMAS 2045.

Pak Ary Ginanjar Agustian founder ESQ165 dan juga pembina Desa EMAS membagi dalam tiga tahapan yaitu Indonesia EMAS 2020 atau Indonesia berkarakter, Indonesia EMAS 2030-Indonesia sejahtera dan Indonesia EMAS 2045-Indonesia adi daya.

Saat ini tahun 2020, tepat 75 tahun merdeka, tentu banyak kemajuan yang telah kita capai dari sisi pembangunan, sehingga tahun 2045 kita diramalkan menjadi negara no 3 dunia, setelah China dan India, namun kita sadari masih banyak kekurangan, misal kemiskinan, pengangguran, kesenjangan dan ketidak adilan. inilah yang dilakukan oleh covid-19 untuk mengingatkan kita betapa rapuhnya kita,

Pertama sistem kesehatan kita mengikuti alur uang, hanya ada di daerah yang banyak uangnya, baik rs, dokter, spesialis, tenaga medis dan penunjangnya, padahal covid ini menyebar tidak peduli konglomerat atau konglo melarat, covid masuk ke desa desa yang sistem kesehatannya tidak ada atau tidak memadai.

Kedua covid membuktikan negara negara yang karakternya prima khususnya disiplin diri dan peduli sesama maka mereka bisa beraktifitas biasa, misal korea, taiwan, jepang, new zealand dll.

Ketiga, covid mendidik bahwa tergantung dari negara lain itu sengsara, karena saat pandemi expor – import sulit, maka berdikari, mandiri malu jadi benalu adalah karakter yang diperlukan oleh suatu bangsa adi daya, khususnya belidesa belabangsa, beli Indonesia, satu desa satu industri menjadi suatu keniscayaan kedepan bila ingin Indonesia EMAS 2045 terwujud.

Keempat, saat pandemi semua sulit beraktifitas karena itu penggunaan tehnologi digital menjadi sesuatu keniscayaan, termasuk desa.

Kelima, negara launpun lagi sulit, maka paradigma investasi dan hutang berasal dari luar negeri harus dihilangkan minimal dikurangi, karena itu karakter berdikari swadaya dan swadana harus dipupuk, itulah bedanya koperasi berbasis desa,montera, saemaul geumgo, ntuc yang shu nya triliunan, bahkan ada yang 100 triliun, dengan bumn dan bums. bila bumn modal dari pemerintah, bums dari pemilik, maka koperasi yang saya sebutkan tadi berasal dari sawer desa.

Covid mereset mind set kita dari bertuhan kepada materialisme untuk kembali menjadi beriman bahwa apa yang kita kerjakan sesungguhnya adalah dalam rangka mencari ridho nya semata mata, dan berbisnislah dengan allah bila tidak mau rugi, dan tirulah keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para nabi yang merubah dunia melalui akhlak mulia atau karakternya.

Karena itu hari ini bertempat di Menara 165, Sabtu, tanggal 17 Agustus 2020, Gerakan Desa EMAS tepat 75 tahun Indonesia merdeka dengan disaksikan DR (HC) Ary Ginanjar Agustian, inisiator Indonesia EMAS 2045, pembina Desa EMAS dan para patriot desa membuat resolusi desa berkarakter dan kabupaten berkarakter 2020 dalam rangka desa mewujudkan Indonesia EMAS 2045. sekaligus peluncuran 7 platform dari 5 pilar desa EMAS.

… sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri (qs. ar-ra’ad : 11). karena itu siapa yang merubahnya, tentunya para warga dan patriot desa itu sendiri. sebagaimana bung Karno katakan, berilah aku 10 pemuda (pemudi) maka aku akan ubah dunia, tentunya mulai dari diri sendiri, keluarga, dan desa dulu, baru kabupaten, propinsi, Indonesia baru dunia, itulah Indonesia EMAS 2045.

Pekerjaan Gerakan Desa EMAS selama ini sederhana, cukup menemukan 10 pemuda dan pemudi yang dimaksud Bung Karno tadi, 10 calon patriot desa, melatih, mendampingi mereka membuat komite pembangunan desa nya dan membuat impiannya dituliskan dan divisualkan sebagai peta jalan sebagai resolusi dalam bentuk rencana pembangunan desanya sampai jadi dengan inkubasi dari GDE melalui desanet dengan model 5 Pilar Gerakan Desa EMAS.

Bina Karakter & Insani
Menemukan dan menciptakan Saemaul Leader (Patriot Desa) dari desa itu sendiri yang menjadi agen perubahan, Patriot Desa kemudian akan melatih dan membimbing masyarakat agar memiliki karakter dan mental Cand Do Spirit melalui sifat sifat seperti pantang nyerah, berdikari & gotongroyong (dilligent, selfhelp & Cooperation) yang taat dan patuh kepada pemimpinnya untuk menjadikan desanya menjadi Desa EMAS. Satu Kelompok Satu Pemimpin (SKSP).
Platform yang diperlukan, de’Health, de’Guru, de’Smart

Bina Saudara & Institusi (Koperasi)
Membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat atau Kelompok Usaha Bersama yang beranggotakan minimal 100 Kepala Keluarga (KK) dan maksimal 165 KK dipimpin oleh Patriot Desa yang membagi sesuai minat dan kesamaan pekerjaan namun dimulai dengan proyek proyek gotong royong untuk mempercantik kediaman mereka bersama, lalu memperindah desa baru meningkat ke pendapatan bersama. Satu Desa Satu Kelompok (SDSKel).
Platform yang diperlukan de’Wish de’Health, de’Guru, de’Apex, de’Coin, de’Assure, de Mall

Bina Sinergi & Teknologi
Membentuk Koperasi Desa berbasis Tehnologi sebagai pemilik BUMDes bersama Pemerintahan Desa yang mensinergikan semua KUBE yang ada baik di desa maupun bersinergi dengan koperasi desa yang lain dalam suatu jaringan Induk atau Apex (DesaNet). Satu Desa Satu Koperasi (SDSKop).
Platform yang diperlukan de’Guru, de’Apex, de’Wish, de’Coin, de’Assure, de Mall.

Bina Dana & Investasi
Membentuk Saemaul Geumgo atau Koperasi Simpan Pinjam Desa seperti Credit Union atau BMT namun semuanya berinduk pada satu Saemaul Geumgo atau Apex Koperasi Desa dengan DesaNet sehingga di tiap Desa hanya semacam cabang atau afiliasinya saja dan Big Data serta Enterprise Resource Plan (ERP) ada di Apex Provider DesaNet.. Satu Desa Satu BUMDes (SDSB).
Platform yang diperlukan de’Guru, de’Apex, de’Coin de’Assure, de Mall.

Bina Pasar & Industri (Produk Unggulan )
Membuat Pasar Desa yang menjual produk unggulan desa dan juga industri desa yang bisa memenuhi kebutuhan desa itu sendiri dan desa tetangga nya serta untuk di ekspor, utamanya adalah pangan dan sandang di awal baru meningkat ke industri yang lebih modern. Pasar itu bisa fisikal melalui Desa’Smart dan atau digital melalui Desa Commerce yang berinduk kepada Desa Net., Satu Desa Satu Industri (SDSI).
Platform yang diperlukan de’Wish, de’Guru, de’Apex, de’Coin, de’Assure, de Mall.

Dirgahayu Indonesia, Indonesia maju, dan bangga buatan Indonesia. belidesa bela bangsa
sekali lagi mohon doa dan dukungan atas resolusi desa berkarakter 2020 dan launching tujuh platform digital dari lima pilar gerakan desa EMAS.

wabilahi taufik wal hidayah
wassalamualaikum wr wb

Ir Iwan A Fuad
Ketua Gerakan Desa EMAS

Facebook Comments Box
(Visited 188 times, 1 visits today)